Jadwal Kegiatan Peringatan 1 Abad Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Peringatan 1 Abad Sri Sultan HB IX akan dilangsungkan selama lima hari.Mulai 11,12, 14, 21 dan 22 April 2012.

Berikut adalah jadwal kegiatannya :

Rabu, 11 April 2012 :

Ziarah ke Makam Sri Sultan HB IX di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Astono Saptorenggo Imogiri Bantul

Kamis, 12 April 2012 :

Peringatan 1 Abad HB IX di Pagelaran Keraton Yogya
09.00-11.00 : Pentas seni tradisional Gejog Lesung, Angguk dan lain-lain
11.00-13.00 : Seremoni acara
13.30-15.30 : Pentas seni partisipasi SD, SMP, SMA se DIY
15.30-17.30 : Pentas seni partisipasi perguruan tinggi dan asrama daerah
19.00-21.00 : Orasi budayawan, Kyai Kanjeng

Sabtu, 14 April 2012 :

Konser musik Vote di Alun Alun Utara
14.00 : Kirab budaya Indonesia Timur (Abu Bakar Ali-Alun Alun Utara
15.00-21.00 : Konser musik solidaritas untuk Indonesia Timur (Glenn Fredly, Edo Kondologit, Tompi, Slank, Superman Is Dead, Jogja Hip Hop Foundation, Shaggydog
Orasi budaya Sri Sultan HB X

Sabtu, 21 April 2012 :

Kirab budaya mubeng beteng menyambut 1 abad Sri Sultan HB IX sekaligus perayaan Hadeging Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ke 256

Sabtu 21 April – Minggu 22 April 2012 :

Mujahadah dan Semaan Al Quran di Pagelaran Kraton Yogya
• Pembukaan, Sabtu 21 April 2012 pukul 18.00
• Penutupan, Minggu 22 April 2012 pukul 20.00 dihadiri Sri Sultan HB X. (*)

Sumber: TribunJogja.com

Posted in Kirab Budaya, Kraton Yogyakarta, Yogyakarta | Tagged , , , | Leave a comment

Pagelaran Kraton dan Siti Hinggil

Sumber: Facebook Page, YOGYAKARTA

Satu lagi sebuah event akan kembali digelar untuk yang akan berkunjung di sekitar kawasa Malioboro Jogja tengah bulan ini, dari kalangan Kraton Jogjakarta akan menggelar event pameran benda pusaka, diantaranya ada kereta pusaka Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gambar diatas adalah salah satu kereta pusaka koleksi Kraton Ngayogyakarta. Kereta pusaka ini dan koleksi benda-benda milik kraton yang lain (pusaka, arsip2 kuno, wayang) dapat anda saksikan di Pagelaran Kraton dan Siti Hinggil mulai tanggal 15 sampai 25 Januari 2013. Selain itu anda dapat menjumpai praktek pembuatan gamelan, sendratari/karawitan. Tiket masuk Rp 5.000 per orang, di loket depan Pagelaran atau samping timur Pracimosono”

Posted in Kraton Yogyakarta | Tagged , , | Leave a comment

Sejarah Kraton Yogyakarta

Kraton Jogja dibangun tahun 1756 Masehi atau tahun Jawa 1682 oleh Pangeran Mangkubumi Sukowati yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwono I. Setelah melalui perjuangan panjang antara 1747-1755 yang berakhir dengan Perjanjian Gianti.

Sebelum menempati Kraton Yogyakarta yang ada saat ini, Sri Sultan Hamengku Buwono I atau Sri Sultan Hemengku Buwono Senopati Ingalogo Ngabdulrahman Sayidin Panotogomo Kalifatullah tinggal di Ambar Ketawang Gamping, Sleman. Lima kilometer di sebelah barat Kraton Yogyakarta.

Dari Ambar Ketawang Ngarso Dalem menentukan ibukota Kerajaan Mataram di Desa Pacetokan. Sebuah wilayah yang diapit dua sungai yaitu sungai Winongo dan Code. Lokasi ini berada dalam satu garis imajiner Laut Selatan, Krapyak, Kraton, dan Gunung Merapi.

Bangunan Kraton Yogyakarta sedikitnya terdiri tujuh bangsal. Masing-masing bangsal dibatasi dengan regol atau pintu masuk. Keenam regol adalah Regol Brojonolo, Sri Manganti, Danapratopo, Kemagangan, Gadungmlati, dan Kemandungan.

Kraton diapit dua alun-alun yaitu Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan. Masing-masing alun-alun berukurang kurang lebih 100×100 meter. Sedangkan secara keseluruhan Kraton Yogyakarta berdiri di atas tanah 1,5 km persegi.

Bangunan inti kraton dibentengi dengan tembok ganda setinggi 3,5 meter berbentuk bujur sangkar (1.000 x 1.000 meter). Sehingga untuk memasukinya harus melewati pintu gerbang yang disebut plengkung. Ada lima pintu gerbang yaitu Plengkung Tarunasura atau Plengkung Wijilan di sebelah Timur Laut kraton. Plengkung Jogosuro atau Plengkung Ngasem di sebelah Barat Daya. Plengkung Joyoboyo atau Plengkung Tamansari di sebelah Barat. Plengkung Nirboyo atau Plengkung Gading di sebelah Selatan. Plengkung Tambakboyo atau Plengkung Gondomanan di sebelah Timur.

Koridor di Kedhaton dengan latar belakang Gedhong Jene dan Gedhong Purworetno

Dalam benteng, khususnya yang berada di sebelah selatan dilengkapi jalan kecil yang berfungsi untuk mobilisasi prajurit dan persenjataan. Keempat sudut benteng dibuat bastion yang dilengkapi dengan lubang kecil yang berfungsi untuk mengintai musuh.

Penjaga benteng diserahkan pada prajurit kraton di antaranya, Prajurit Jogokaryo, Prajurit Mantrijero, dan Prajurit Bugis. Prajurit Jogokaryo mempunyai bendera Papasan dan tinggal di Kampung Jogokaryan. Prajurit Mantrijero dilengkapi dengan Bendera Kesatuan Purnomosidi dan tinggal di Kampung Mantrijeron. Prajurit Bugis yang berbendera Kesatuan Wulandari tinggal di Kampung Bugisan.

Masa pemerintahan Kraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono I (GRM Sujono) memerintah tahun 1755-1792. Sri Sultan Hamengku Buwono II (GRM Sundoro) memerintah tahun 1792-1812. Sri Sultan Hamengku Buwono III (GRM Surojo) memimpin tahun 1812-1814.

Sri Sultan Hamengku Buwono IV (GRM Ibnu Djarot) memerintah tahun 1814-1823. Sri Sultan Hamengku Buwono V (GRM Gathot Menol) memerintah tahun 1823-1855. Sri Sultan Hamengku Buwono VI (GRM Mustojo) memerintah tahun 1855-1877. Sri Sultan Hamengku Buwono VII (GRM Murtedjo) memerintah tahun 1877-1921.

Sri Sultan Hamengku Buwono VIII (GRM Sudjadi) memerintah tahun 1921-1939. Sri Sultan Hamengku Buwono IX (GRM Dorojatun) memimpin tahun 1940-1988. Sri Sultan Hamengku Buwono X (GRM Hardjuno Darpito) memimpin tahun 1989 – sekarang.

Sumber:

http://www.yogyakartaonline.com

http://wisatasejarah.wordpress.com

http://pemuda-fighter.blogspot.com

Posted in Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wisata | Tagged , | Leave a comment